Sangia Publishing

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan

Volume 6, January 2014, Pages 82-104
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan

Research article
Analisis nilai ekonomi hutan mangrove di Kabupaten Muna (Studi kasus di Desa Labone Kecamatan Lasalepa dan Desa Wabintingi Kecamatan Lohia)

Under a Creative Commons license
Open Access

Abstract

Penelitian dilaksanakan bulan Juni–Desember 2013 di Desa Labone, Kecamatan Lasalepa dan Desa Wabintingi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna tentang nilai ekonomi hutan dengan pendekatan nilai pasar menggunakan instrumen kuisioner dan wawancara mendalam.  Data pengukuran vegetasi hutan dan nilai ekonomi dianalisis secara deskriptif.  Hasil analisis menunjukkan nilai penutupan 18,347%, 27,932% dan 3,766% (Ci<50%).  Hutan mangrove di Desa Wabintingi, nilai penutupan 104,909%, 25,480% dan 37,691 (Ci>75%). Kondisi hutan mangrove Desa Wabintingi lebih baik dibanding hutan mangrove Desa Labone.  Jenis pemanfaatan sumberdaya hutan mangrove di Desa Labone yakni penambangan pasir, pengambilan kayu bakar komersial, pengrajin atap nipa, penangkapan kepiting, ikan dan pengumpulan kerang-kerangan.  Sementara di Desa Wabintingi yakni pengrajin atap daun nipa, penangkapan kepiting, udang, ikan, dan pengumpulan kepiting.  Manfaat tidak langsung berupa penjaga abrasi pantai, siklus makanan dan penyedia bahan organik, dan sebagai penyerap karbon.  Nilai ekonomi Desa Labone mencapai Rp.131.076.911,- per hektar per tahun atau sebesar Rp.2.836.335.023,- per tahun dengan sumbangan terbesar bersumber dari manfaat tidak langsung sebesar 95,10%, manfaat pilihan 2,88%, manfaat keberadaan 1,57% dan manfaat langsung 0,45%.  Sementara nilai ekonomi Desa Wabintingi mencapai Rp.135.116.100,- per hektar per tahun, dengan sumbangan tersbesar bersumber dari manfaat langsung aktual 63,57%, manfaat tidak langsung 34,55%, manfaat keberadaan 1,78% dan manfaat pilihan 0,10%.

Keywords

Nilai ekonomi
Hutan mangrove
Vegetasi hutan
Kabupaten Muna

Funding Information

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Declarations

License and permission

Creative Commons LicenseThis article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna on behalf of Sangia Publishing remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Ethical approval acknowledgements

No ethical approval required for this article.

Competing interest

No conflict of interest has been declared by the authors.

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

References (1)


Adrianto, L., Fahrudin, A., & Wahyudin, Y. (2007). Konsepsi Valuasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Modul, disampaikan pada Pelatihan Teknik dan Metode Pengumpulan Data Valuasi Ekonomi, Kerjasama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB Bogor dengan. : Pusat Survey Sumberdaya Alam Laut BAKOSURTANAL, Bogor 5 – 9 Maret. [Google Scholar]

Anonim, (2008). Laporan Tahunan Statistik Perikanan. Dinas Kealutan dan Perikanan Kabupaten Muna. : Kabupaten Muna. [Google Scholar]

Bengen, D. G. (2002). Sinopsis Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut serta Prinsip Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB. Bogor, 63. [Google Scholar]

Bengen, D. G. (2002). Pengumpulan dan Analisis Data Biofisik Ekosistem Pesisir. Paper presented at Pelatihan Integrated Coastal Zone Planning and Management (ICZPM) , Kerjasama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB Bogor dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Muna. [Google Scholar]

Bengen, D. G. (2000). Pedoman teknis pengenalan & pengelolaan ekosistem mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Bogor: (PKSPL), Institut Pertanian Bogor (IPB). [Google Scholar]

Djrlps, (2005). Pedoman Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Kritis. Jakarta: Departemen Kehutanan RI. [Google Scholar]

Fachrul, M. F. (2008). Metode Sampling Bioekologi. Penerbit PT. Bumi Aksara. Jakarta. [Google Scholar]

Gunarto, (2004). Konservasi Mangrove sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Maros, Sulawesi Selatan, Jurnal Litbang Pertanian, 23(1), [Google Scholar]

Harahab, N. (2011). Valuasi Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Dalam Perencanaan Wilayah Pesisir. Berk. Penel. Hayati, 7, 59-67. [Google Scholar]

Hiariey, L. S. (2009). Identifikasi nilai ekonomi ekosistem hutan mangrove di Desa Tawiri, Ambon. Jurnal Organisasi dan Manajemen, 5(1), 23-34. [Google Scholar]

Kustanti, A., & Kusmana, C. (2011). Manajemen hutan mangrove. : IPB Press. [Google Scholar]

Khazali, M., Noor, Y. R., & Suryadiputra, I. N. N. (2006). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia, Kerjasama Ditjen PHK dengan. Bogor: Wetlands International Indonesian Programe. [Google Scholar]

Paena, M., & Asbar, (2005). Valuasi Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Swadaya Masyarakat Di Wilayah Pesisir Desa Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Jurnal Sains Akuatik, 10, 28-35. [Google Scholar]

Qodrina, L., & Hamidy, R. (2013). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jurnal Ilmu Lingkungan, 6(2), [Google Scholar]

Rahman, S. (2008). Koefisien Seret Gaya Gelombang Pada Apo Dengan Tambahan Gedhek. Media Teknik Sipil, 8(2), [Google Scholar]

Rochmady, R. (2011). Aspek Bioekologi Kerang Lumpur Anodontia edentula (Linnaeus, 1758) (Bivalvia; Lucinidae) Di Perairan Pesisir Kabupaten Muna. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. [Google Scholar]

Ruitenbeek, H. J. (1992). Mangrove Management: An Economic Analysis of Management Options with a Focus on Bintuni Bay, Irian Jaya. Jakarta: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. [Google Scholar]

Setyawan, A., & dan Winarno K, (2006). Pemanfaatan Langsung Ekosistem Mangrove Di Jawa Tengah Dan Penggunaan Lahan Di Sekitarnya; Kerusakan dan Upaya Restorasinya. Jurnal Biodivesitas, 7(3), 282-291. [Google Scholar]

Sobari, M. P., Fauzi, A., & Iqbal, D. M. (2006). Analisis Nilai Ekonomi Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh di Kota Sabang. Jurnal Mangrove dan Pesisir, 6(3), 44-59. [Google Scholar]

Azis, N., Adrianto, L., & Sobari, M. P. (2006). Analisis Ekonomi Alternatif Pengelolaan Ekosistem Mangrove Kecamatan Barru. Kabupaten Barru. Buletin Ekonomi perikanan, 6(3), [Google Scholar]

Beukering, d. (1997). Economic Valuation of Mangrove Ecosystems. Potential and Limitations, CREED Working Paper No, 14, [Google Scholar]

Subade, R. F. (2005). Marine Park, Philippines (Research report, ISSN 1608-5434, 2005-RR4) Co-published by the International Development Research Centre. . [Google Scholar]

Suryono, T. (2006). Penilaian Ekonomi Lingkungan Terhadap Konversi Hutan Mangrove Menjadi Tambak Dan Permukiman (Studi Kasus Di Hutan Angke Kapuk Jakarta Utara. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian, [Google Scholar]

Suzana, B. O. L., Timban, J., Kaunang, R., & Ahmad, F. (2011). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove Di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal ASE, 7(2), 29-38. [Google Scholar]

Bibliographic Information

Verify authenticity via CrossMark

Cite this article as:

Rakhfid, A., & Rochmady, R., 2013. Analisis nilai ekonomi hutan mangrove di Kabupaten Muna (Studi kasus di Desa Labone Kecamatan Lasalepa dan Desa Wabintingi Kecamatan Lohia). Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 6(0): 82-104. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.6.0.82-104
  • Submitted
    17 January 2018
  • Revised
    5 November 2020
  • Accepted
    Not available
  • Published
    30 December 2013
  • Issue date
    25 January 2014
  • Discipline(s)
    Perikanan; Sumberdaya Perairan

Subject

Abdul  Rakhfid

AbdulRakhfid, STIP. Program Studi Budidaya Perairan, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha, Indonesia. abdul_r@gmail.com

Rochmady  Rochmady

RochmadyRochmady, STIP. Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha, Indonesia. rochmady@stipwunaraha.ac.id, orcid Orcid Profile, scholarGoogle Scholar Profile

Edisi ini merupakan terbitan tambahan pada Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan. Mengingat banyaknya naskah yang masuk sehingga edisi ini dibuat. Seluruh naskah yang diterbitkan pada edisi ini merupakan versi cetak. Diunggah kembali pada versi online sejak Oktober 2017.

Handling Editor: Assoc. Prof. Umar Tangke, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate, Indonesia.

Available online since October 2017

Edisi ini merupakan terbitan tambahan pada Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan. Mengingat banyaknya naskah yang masuk sehingga edisi ini dibuat. Seluruh naskah yang diterbitkan pada edisi ini merupakan versi cetak. Diunggah kembali pada versi online sejak Oktober 2017.

Handling Editor: Assoc. Prof. Umar Tangke, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate, Indonesia.

Available online since October 2017

View full text

Disclaimer: All claims expressed in this article are solely those of the authors and do not necessarily represent those of their affiliated organizations, or those of the publisher, the editors and the reviewers. Any product that may be evaluated in this article or claim that may be made by its manufacturer is not guaranteed or endorsed by the publisher.