Research article
Analisis SWOT sebagai Strategi Pengembangan Usahatani Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur

Under a Creative Commons license
Open Access

Abstract

Abstract

Buah naga merah merupakan komoditas yang baru dikembangkan di Wasile Timur. Ketertarikan petani dalam mengusahakan buah naga merah selain karena ingin memanfaatkan tanah yang sudah dimiliki petani juga dikarenakan adanya peluang pasar buah naga merah yang masih terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis SWOT sebagai strategi perkembangan usahatani buah naga merah (Hylocereus Costaricensis) di Kecamatan Wasile Timur. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian yaitu masyarakat yang berusahatani buah naga merah di Kecamatan Wasile Timur. Untuk mengetahui strategi pengembangan Buah Naga Merah di Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur, dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities. dan Threats). Berdasarkan hasil penelitian strategi perkembangan usahatani buah naga merah (Hylocereus Costaricensis), dari hasil identifikasi analisis SWOT faktor internal terhadap lima kekuatan dan lima kelemahan, sementara pada faktor lingkungan eksternal terdapat lima peluang dan lima ancaman. Perpaduan nilai IFAS sebesar 2,94 dan nilai EFAS sebesar 3,04. Dalam diagram SWOT menunjukan bahwa posisi strategi perkembangan usahatani buah naga merah terletak pada kuadran 1atau strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang strategi agresif yaitu strategi ini menjukan situasi yang sangat menguntungkan. Pengembangan buah naga merah di Kecamatan Wasile Timur memiliki kekuatan dan peluang yang sifatnya menyatu dan saling mendukung dengan cara menggunakan faktor semua kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada..

Keywords

Analisis SWOT, Strategi Pengembangan, Usahatani, Buah Naga Merah

Funding Information

UMMU

Declarations

License and permission

Creative Commons LicenseThis article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna on behalf of Sangia Publishing remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Ethical approval acknowledgements

No ethical approval required for this article.

Competing interest

No conflict of interest has been declared by the authors.

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

References (17)

Bowman JE. 2008. Good Agricultural Practices and Eurep GAP certification for Vietnam's small farmer-based dragon fruit industry (710-8). 2008 Joint Annual Meeting, Celebrating the International Year of Planet Earth. George R. Brown Convention Center, Houston, Texas, 5-9 October 2008.
Cahyono, B. 2009. Buku Terlengkap Sukses Bertanam Buah Naga. Jakarta : Pustaka Mina.
Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, 1997, Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 1997
Departemen Pertanian, 2005. Pengembangan Agribisnis Buah Naga (dragon fruit) Indonesia dalam Mencapai Pasar Ekspor. Departemen Pertanian, Jakarta.
Daniel Kristanto, 2009. Buah Naga : Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hardjadinata, 2010. Budidaya Buah Naga Super Red secara Organik. Penebar Swadaya, Bogor.
Hernanto, F., (1996). Ilmu Usaha Tani. Penenbar Swadaya. Jakarta
Husudo, S . Y., B. Saragih. H. S. Dillon, dan M. Nasution, 2004. Pertanian mandiri jakarta : Gramedia widiasana Indonesia.
Kartono J dan Soekatri M, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.
Richard L. Daft, 2010, Era Baru Manajemen, Edward Tanujaya, Edisi 9,Salemba Empat
Rangkuti, Freddy, 2004. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Soekartawi, 2002. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia-Press. Jakarta
Daniel Kristanto. 2009. Buah Naga : Pembudidayaan di Pot dan di Kebun.Penebar Swadaya. Jakarta.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta
Daniel Kristanto. 2009. Buah Naga : Pembudidayaan di Pot dan di Kebun.Penebar Swadaya. Jakarta.
Santoso. 2013. Budidaya buah naga organik di pekarangan, berdasarkan pengalaman petani di Kabupaten Malang. Iptek Hortikultura.
Soelistyari HT, Siniati K, Lema B, Utomo WH. 2002. The Prospect of dragon fruit development in East Java. Prosiding Seminar dan Ekspose Teknologi Hasil Pengkajian BPTP Jawa Timur. Malang, 9- 10 Juli 2012.

Bibliographic Information

Verify authenticity via CrossMark

Cite this article as:

Muhammad, M., 2018. Analisis SWOT sebagai Strategi Pengembangan Usahatani Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 11(1): 28-37. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.1.28-37
  • Submitted
    10 August 2018
  • Revised
    5 November 2020
  • Accepted
    Not available
  • Published
    24 May 2018
  • Issue date
    31 May 2018

Subject

Munawir  Muhammad

MunawirMuhammad, , Indonesia. munawirmuhammad2012@yahoo.com

Terhitung sejak Volume 11 Edisi 1, seluruh naskah yang diterbitkan terakreditasi Kemenristekdikti Republik Indonesia, dengan Peringkat Akreditasi SInta 4 sesuai dengan Keputusan Menristekdikti.

View full text

Disclaimer: All claims expressed in this article are solely those of the authors and do not necessarily represent those of their affiliated organizations, or those of the publisher, the editors and the reviewers. Any product that may be evaluated in this article or claim that may be made by its manufacturer is not guaranteed or endorsed by the publisher.