Pengaruh Kedalaman Terhadap Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Benih Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Stadia Spat

Raismin Kota

Abstract


Tiram mutiara banyak ditemukan di perairan Indonesia salah satunya adalah tiram mutiara jenis Pinctada maxima. Jenis ini dikenal mampu menghasilkan mutiara yang berukuran cukup besar di kelasnya. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) benih tiram mutiara (Pinctada maxima) dan mengetahui kedalaman terbaik untuk kelangsungan hidup benih tiram mutiara stadia spat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelangsungan hidup benih tiram mutiara stadia spat tertinggi terjadi pada perlakuan K2 (kedalaman 6 m) dengan kelangsungan hidup (SR) sebesar 96% dikuti K1 (kedalaman 2 m) 92%, dan terendah K4 (kedalaman 14 m) sebesar 79%. Berdasarkan hasil Analisa Sidik Ragam (ANASRA) menunjukkan bahwa kelangsungan hidup tiram mutiara stadia spat pada masing-masing perlakuan Tidak Berbeda Nyata (non signifikan) dimana F hitung < F tabel 5 % (3,80 < 4.07), Hal ini disebabkan juga karena kualitas perairan yang diukur berada pada kisaran toleransi yang disukai tiram mutiara. Hasil pengamatan kualitas air seperti suhu 26,8 oC 28,9 oC, pH 78, salinitas 3234 ppt serta kecepatan arus 2027 cm/detik.

Keywords


Kedalaman, Kelangsungan hidup tiram mutiara stadia spat

References


Gosling, Elizabeth. 2003. Bivalve Moluscs: Biology and culture. Fishing news Books, UK.443 P.

Ghulfran, M., et al, 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan . Rineka Cipta Jakarta.

Hamzah, M.S. dan K. Sumandhiharga, 2002. Studi laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) pada kedalaman yang berbeda di perairan Teluk Kombal Lombok barat.

Hamzah , et al, 2005. Kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) dan fenomena arus dingin di perairan Teluk Kombal , Lombok barat; Prosiding pertemuan ilmiah tahunan ISOI, Jakarta 10-11 Desember 2003.

Hamzah, M.,S., 2006. Kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) dan fenomena arus dingin di perairan Teluk Kapantori, Pulau Buton-Sulawesi tenggara. Dalam; Prosiding semnas kelautan III,Univ.Hang Tuah,surabaya 24 April 2007: 80-86.

Hamzah, M.,S., 2007. Pengaruh warna jaring sebagai spat kolektor terhadap daya penempelan larva kerang mabe (Pteria penguin) di teluk kapantori, Pulau Buton-Sulawesi Tenggara. Makalah seminar nasional kelautan III 24 april 2007 di Universitas Hangtuah-Surabaya ; 12 hal.

Hamzah, M.,S., 2008. Kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) dengan pemberian jenis pakan yang berbeda. Prosiding seminar nasional kelautan IV, Uni. Hang Tuah, Surabaya: II-178-III83.

Hamzah, M.,S., 2009. Daya dukung lokasi Teluk Kapantori pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan kualitas mutiara kerang mabe (Pteria penguin) menggunakan warna nukleus yang berbeda. Dalam prisiding Seminar Nasional, Kebijakan dan penelitian di bidang pertanian untuk pencapaian kebutuhan pangan dan agroindustri; Dies Natalis ke-42 Fakultas pertanian Unram : 120-130.

Hamzah, M.,S., dan Nababan., B.2008. Studi pertumbuhan dan kelangsungan hidup anakan kerang mutiara (Pinctada maxima) pada kedalaman berbeda di Teluk Kapantori, Pulau Buton. E-jurnal dan teknologi kelautan tropis. Vol. 1. (2) : 22 32.

Mariati, S., 2011. Pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan dan prosentase kelangsungan hidup benih kerang mutiara (Pinctada maxima) pada stadia spat kolektor . Fakultas pertanian Universitas Mataram. Mataram.

Mulyanto, 1987. Buku prosiding seminar nasional budidaya kerang mutiara di indonesia, diselenggarakan di auditorium, Departemen Pertanian Jakarta.

Mulyanto, S. 1987. Teknik Budidaya Laut Tiram Mutiara di Indonesia. Diktat Ahli Usaha Perikanan. Jakarta Hal-70.

Sutaman, 1993. Teknik Budidaya dan Proses Pembuatan Mutiara. Kanisius. Yogyakarta. Hal 93.

Supriatna, 2008. Fluktuasi Penempelan Benih Tiram (Crassostrea spp) kerang dan Teritip di Perairan Pulau Numbing. Riau. Coastal Aquaculture Research Jurnal. Balai Penelitian Budidaya Panttai. Maros. Hal 73 80.

Tun, M. T dan T.Winanto, 1988. Petunjuk Budidaya Mutioara di Indonesia. Sea Farming Development Project. Jakarta. Hal 65.

Winanto, T. 2004. Memproduksi Tiram Mutiara. Penebar swadaya. Jakarta. Hal 95.

Winanto, T., Dedi S., Ridwan, A., Harpasis S. Sanusi. 2009. Pengaruh Suhu dan Salinitas Terhadap Respon Fisiologi Larva Tiram Mutiara (Pinctada maxima). Jurnal Biologi Indonesia. Vol. 6, no.1. 19 hal

Winanto dan S. Basi Dhoe. 2001. Rekayasa Teknologi Pemeliharaan Tiram Mutiara (Pinctada maxima). Pertemuan Koordinasi dan Pemantapan Rekayasa Teknologi Pembenihan Lintas UPT. Direktorat Jendral Perikanan. Bogor

Winanto, Pontjoprawiro dan M. Murdjani. 1988. Budidaya Tiram Mutiara. Direktorat Jendral Perikanan. Balai Budidaya laut Lampung. Lampung. Hal 45.




DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.9.1.30-38

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2018

Creative Commons LicenseThis article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

_________________________________________________
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
ISSN 1979-6072  (print) | 2621-0193 (online)
Organized by Aquaculture Department - Wuna Raha Agricultural Sciences University, and Agricultural Faculty - Muhammadiyah Maluku Utara University
Published by Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha
Website : https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/agrikan
Email : agrikan@gmail.com, agrikan_ummu@yahoo.com

View Agrikan Stats