Pemanfaatan Eucheuma Cottonii dan Sargassum Crassifolium Dalam Cookies Sagu Untuk Meningkatkan Kadar Iodium Tikus (Rattus Novergicus)

Zasendy Rehena, Lydia M. Ivakdalam

Abstract


Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan iodium adalah gondok (goiter), menderita kecacatan mental, yakni cebol, bisu, tuli, dan kelainan mental. Kabupaten Maluku Tengah memiliki angka prevalensi GAKI sangat tinggi, yaitu 33,39%. Strategi yang dilakukan untuk menurunkan yakni dicarinya alternatif pangan lokal seperti rumput laut. Rumput laut mengandung iodium yang tinggi dan dapat dikonsumsi untuk mencegah kekurangan iodium. Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi rumput laut yang melimpah dan berkualitas, akan tetapi tingkat konsumsi secara langsung oleh masyarakat sebagai bahan pangan masih rendah, dengan demikian perlu pengembangan teknologi pangan yang memanfaatkan rumput laut untuk menghasilkan produk makanan selingan/jajanan seperti cookies. Cookies umumnya terbuat dari bahan baku tepung terigu namun dapat digantikan dengan memanfaatkan tepung sagu yang kaya akan karbohidrat (pati). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi rumput laut dalam cookies sagu terhadap kadar iodium tikus (Rattus norvegicus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ransum standar kurang iodium memiliki kadar iodium berkategori defisiensi sedang, dan tikus yang diberi ransum cukup iodium memiliki kadar iodium normal. Hasil Penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian ransum cookies yang mengandung Sargassum crassifolium 20%, 30%, dan 40%, juga Eucheuma cottonii 30% dan 40% dapat meningkatkan kadar iodium tikus menjadi optimal. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan konsentrasi rumput laut dalam ransum cookies serta berpengaruh nyata terhadap kadar iodium tikus. Interaksi jenis Sargassum crassifolium 40% lebih berpengaruh dalam meningkatkan kadar iodium tikus. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: Perlu dikembangkan pembudidayaannya terutama pada jenis Eucheuma cottonii dan Sargassum crassifolium di Kabupaten Maluku tengah.

Keywords


Eucheuma cottonii, Sargassum crassifolium, Sago cookies, Iodine

Full Text:

PDF

References


Agustin, H., Budiman, H., & Faiza, Y. 2015. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium di Kecamatan Koto Tangah. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2 (6): 262-269.

Anggadiredja JT, 2011. Rumput Laut, Penebar Swadaya, Jakarta

Dinkes Maluku Tengah. 2008. Laporan Tahunan Cakupan Program Gizi Tahun 2008, Masohi.

Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Maluku. 2007. Pengembangan Budidaya Rumput Laut Melalui Klaster Gerbang Ekonomi Kerakyatan.

Departemen Perindustrian. 1990. Standart Industri Indonesia (SII): Standar Mutu Biskuit (SII: 0177-90).

Franke,K, Schone, F., Berk,A., Leiterer, M., and Flachowsky,G. 2008. Ifluence of diatery iodine on the content of pork and the distribution of the trace element in the body. Journal Nutritrion (2008) 47.

Gibney M.J, 2009. Gizi Kesehatan Masyarakat, alih bahasa oleh Andry Hartono, Kedokteran EGC, Jakarta.

Gunanti, I.R & Triyono. 2004. Identifikasi Faktor yang Diduga Berhubungan dengan Kejadian Gondok pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Dataran Rendah. Jurnal GAKI Indonesia Vol. 3, N0; 1-3 April, Agustus dan Desember 2004.

Matanjun, P., Mohamed, S., Mustapha, M & Kharidah. 2008. Nutrient content of tropical edible seaweeds, Eucheuma cottonii, Caulerpa lentillifera and Sargassum polycystum. Journal of Applied Phycology, 10.1007/s10811-008-9326-4.

Pramono, L.A 2009. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium di Indonesia: Tinjauan Epidemiologis dan Kebijakan Kesehatan KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4, No. 2, Oktober 2009

Papilaya.E.C, 2009. Sagu untuk Pendidikan Anak Negeri. Bogor: IPB Press.

Rasmussen, L.B., Ovesen, L., Cristensen, T., Erick, H., Lyhne, L., Okholm, B., Erling, S. 2007. Iodine Content in Bread and salt in Denmark After iodization and the Influence on Iodine Intake. Journal of Food Sciences and Nutrition 58 (3): 23-239

Winarno, FG, 2002, Teknologi Pengolahan Rumput Laut, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Zava TT and Zava DT, 2011. Assessment of Japanese iodine intake based on seaweed consumption in Japan: literature based analysis. Thyroid Research 2011; 4(14)

Zimmermann, M.B., Connolly K, Bozo. M, Bridson.J, Rohner. F and Grimci.L, 2006. Iodine Supplementation Improves Cognition in Iodine Deficient Schoolchildren in Albania: A Randomized, Controlled, Double Blid Study. Orginal Research Communication. American Journal Nutrition. Vol.83, No 1, 108-114.




DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.2.74-80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

_________________________________________________
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
ISSN 1979-6072  (print) | 2621-0193 (online)
Organized by Aquaculture Department - Wuna Raha Agricultural Sciences University, and Agricultural Faculty - Muhammadiyah Maluku Utara University
Published by Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha
Website : https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/agrikan
Email : agrikan@gmail.com, agrikan_ummu@yahoo.com

View Agrikan Stats