Agrikan
Volume 12, Issue 1, May 2019, Pages 83-92 | Cite as
  • Peer-reviewed Article

Perlakuan Trichoderma koningii dan Biourine terhadap Pengendalian Penyakit Moler (Fusarium oxysporum), Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Mineral

1
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia.
2
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia.
3
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Indonesia.

Corresponding Author
  • 72 views
  • 3 download
 

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara agen hayati Trichoderma koningii dan Biourine serta masing-masing perlakuan tunggal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan.  Peneitian  ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Faktorial  2 faktor, masing - masing 4 taraf dalam 3 kelompok. Faktor I adalah pemberian agen hayati Trichoderma koningii dengan 4 taraf sebagai berikut : T0 = 0 kg/ha, T1 = 500 kg/ha, T2 = 600 kg/ha, T3 = 700 kg/ha. Faktor II adalah pemberian biourine dengan 4 taraf yaitu : B0 = 0 liter/ha, B1 = 10.000 liter/ha, B2 = 15.000 liter/ ha, B3 = 20.000 liter/ha.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma koningii berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah umbi per rumpun. Hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan T3 (dosis Trichoderma koningii 700 kg/ha). Perlakuan pemberian Biourine berpengaruh nyata terhadap parameter serangan penyakit moler pada umur 28, 35 dan 42 HST, persentase serangan penyakit moler terendah diperoleh pada perlakuan B1 (dosis Biourine 10.000 liter/ha). Budidaya bawang merah disarankan menggunakan Trichoderma koningii dosis 700 kg/ha, dapat meningkatkan bobot basah umbi per rumpun dan penggunaan Biourine dosis rendah 10.000 liter/ha dapat menurunkan serangan penyakit moler.

Keywords

Trichoderma koningii, biourine, moler disease (Fusarium oxysporum), shallot, mineral land
These keywords were added by the authors and not by machine. This process is static and keywords cannot be updated except using algorithms or other reasons.

Full Text:

Download PDF (521KB) to read the full article text
Note: Downloadable document is available in INA

Declarations

Competing interests

The authors declare that they have no competing interests.

Funding Information

UMMU Ternate

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Open Access

This article is distributed under the terms of the Creative Commons International License URL (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

References

Adijaya, I. N. 2008. Respon Bawang Merah terhadap Pemupukan Organik di Lahan Kering. Karya Ilmiah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Denpasar. http://widyariset. pusbindiklat. lipi. go.id/ index. php/ view File /220 /212. Diakses pada tanggal 12 Februari 2018.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2015.Empat Prinsip Dasar Dalam PengendalianHamaPenyakitTerpadu.http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita-terbaru/ 378-empat-prinsip-dasar-dalam-penerapan-pengendalian-hama-terpadu-pht.html. Diakses 14 Februari 2018.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. 2014. Pengendalian Penyakit Moler dan Layu pada Bawang Merah. ttp://yogya.litbang.pertanian.go.pengendalian-penyakit-moler-dan-layu-pada-tanaman-bawang-merahaktual&Itemid=174sbje3 Diakses pada tanggal 15 Februari 2018

Dinas Perkebunan Kalimantan Timur.2014. Manfaat Trichoderma sp dan Cara Pembiakkannya. http://disbun.kaltimprov.go.id/berita-692-manfaat-trichoderma-sp-cara-pembiakkannya.html. Diakses 12 Februari 2018

Firmansyah, M.A. 2013. Palangka Raya, Kalteng : Program Bawang Merah Terkendala Mahalnya Bibit. Sinar Tani. Edisi 17 – 23 Juli 2013. No. 3516. Tahun XLIV

Firmansyah, M.A., Musaddad, D., Liana, T., Mokhtar dan Yufdy. 2014. Uji Adaptasi Bawang Merah di Lahan Gambut Pada Saat Musim Hujan di Kalimantan Tengah. Jurnal Hortikutura. Vol. 24, No. 2

Harjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta

Kartasapoetra, A.G. 1986. Klimatologi Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman. Bina Aksara. Jakarta

Pracaya, 2003. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Depok

Rahmawati, R.2012. Cepat dan Tepat Berantas Hama dan Penyakit Tanaman. Pustaka Baru Press.Yogyakarta

Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Cetakan pertama. Yogyakarta.Gadjah mada University Press

Suhardi, 1998. Jurnal Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Jakarta

Sunarjono, H.H. 2013. Bertanam 36 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta

Suryanto, W.A. 2010. Hama dan PenyakitTanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Kanisius, Yogyakarta.

Suwahyono, U. 2010. Biopestisida Efektif Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Depok

Wibowo, S. 1999. Budidaya Bawang Putih,Bawang Merah,BawangBombay. Penebar Swadaya. Jakarta.

Zasmeli, S. 2011. Metode Penelitian dan Rancangan Percobaan. Universitas Tamansiswa. Padang


Copyright

© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019. Hosting by Stipwunaraha Research Media & Publishing.

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. The Creative Commons Public Domain Dedication waiver (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) applies to the data made available in this article, unless otherwise stated.

About this article

Verify currency and authenticity via CrossMark
Cite this article as: if using Mendeley click here
Hidayati, N., Rosawanti, P., & Karyani, N., 2019. Perlakuan Trichoderma koningii dan Biourine terhadap Pengendalian Penyakit Moler (Fusarium oxysporum), Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Tanah Mineral. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 12(1): 83-92. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.1.83-92
  • Manuscript submitted

    12 May 2019

  • Accepted

    Not available

  • Published

    14 June 2019

Subject

  • Trichoderma koningii, biourine, moler disease (Fusarium oxysporum), shallot, mineral land

This article can be traced from

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments

By submitting a comment you agree to abide by our Terms and Community Guidelines. If you find something abusive or that does not comply with our terms or guidelines please flag it as inappropriate.