Volume 12, Issue 1, May 2019, Pages 93-104 | Cite as

  • Peer-reviewed Article

Iktiofauna di padang lamun Pulau Tatumbu Teluk Kotania, Seram Barat–Maluku

1
Departemen Biologi, FMIPA, Universitas Islam Malang, Jln. MT. Haryono 193 Malang 65144, Indonesia.
2
Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, Universitas Darussalam Ambon. Jln. Raya Tulehu km 24 Ambon, Indonesia.
3
Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, Universitas Darussalam Ambon. Jln. Raya Tulehu km 24 Ambon, Indonesia.

Corresponding Author
  • 38 views
  • 2 download
 

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem khas perairan pantai sebagai habitat penting bagi iktiofauna. Salah satu kawasan pulau-pulau kecil dengan potensi padang lamun yang didukung keberadaan ekosistem mangrove dan terumbu karang adalah perairan pulau Tatumbu – Teluk Kotania, Seram Barat, Maluku. Penelitian bertujuan untuk melihat distribusi spasial-temporal dan struktur komunitas iktiofauna pada ekosistem padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2015 selama periode siang dan malam hari di ekosistem padang lamun dengan karakteristik habitat berbeda. Koleksi iktiofauna menggunakan jaring insang dasar, dan pengukuran parameter oseanografi meliputi kecepatan arus, suhu, salinitas, dan pH. Total jumlah iktiofauna terkoleksi sebanyak 296 individu, 35 spesies, 23 genera dari 21 famili yang tergolong ke dalam tujuh ordo. Secara temporal, biodiversitas, kelimpahan dan struktur komunitas iktiofauna dipengaruhi oleh sifat diurnal dan nokturnal, sedangkan secara spasial dipengaruhi oleh karaktersitik habitat lamun dan kedekatannya dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Sehingga diperlukan pengelolaan ketiga ekosistem secara utuh untuk mendukung kehidupan iktiofauna dan pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis ekosistem.

Keywords

Padang lamun, Iktiofauna, Pulau Tatumbu, Teluk Kotania-Maluku

Full Text:

Download PDF (815KB) to read the full article text

Declarations

Competing interests

The authors declare that they have no competing interests.

Funding Information

Departemen Biologi, FMIPA, Universitas Islam Malang dan Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan, Universitas Darussalam Ambon

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Open Access

This article is distributed under the terms of the Creative Commons International License URL (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

References

Adrim M. 2006. Asosiasi ikan di padang lamun. Oseana. 31(4):1-7.

Allen, G. 1999. Marine Fishes of South-East Asia; A guide for anglers and divers. Periplus Editions. Singapore. 292 p.

Allen GR., MV, Erdmann. 2012. Reef fishes of the East Indies. Volume I-III. Tropical Reef Research, Perth, Australia. 1292 p.

Ambo-Rappe, R., MN.Nessa., H. Latuconsina & DL, Lajus. 2013. Relationship between the tropical seagrass bedcharacteristics and the structure of the associated fishcommunity. Open Journal of Ecology. Vol.3(5):331-342.

Aswandy, I., MH.Azkab. 2000. Hubungan Fauna dengan Padang Lamun. Oseana. Volume XXV. No. 3 : 19-24.

Bengen, DG. 2002. Teknik Pengambilan Contoh dan Analisis Data Biofisik Sumberdaya Pesisir. Sinopsis, PKSPBL-IPB.Bogor. 89 p.

Brower, JE., JH. Zar., CN, von Ende. 1980. Field and Laboratory Methods for General Ecology. 3nd ed. Wim. C. Brown Co. Pub. Dubuque, Iowa: 237 p.

Chittaro, P.M., P. Usseglio., PF, Sale, 2005. Variation in fish density, assemblage composition and relative rates of predation among mangrove, seagrass and coral reef habitats. Environmental Biology of Fishes, 72: 175–187.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. 112 p.

Kimirei IA, Nagelkerken I, Griffioen B, Wagner C, Mgaya YD. 2011. Ontogenetic habitat use by mangrove/seagrass-associated coral reef fishes shows flexibility in time and space. Estuarine, Coastal and Shelf Science. 92:47-58. doi:10.1016/j.ecss. 2010.12.016

Kordi MGH., AB, Tancung, 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta. 208 p.

Krebs, CJ. 1972. The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. Harper & Row Publisher, New York. USA. 694 p.

Kuiter, RH., T, Tonozuka. 2001. Indonesian Reef Fishes. Part 1. Eels to Snappers: Murainidae to Lutjanidae. Zoonetic,Melbourne. Australia. 153 p.

Kuiter, RH., T.Tonozuka. 2001. Indonesian Reef Fishes. Part 2.Fusiliers to Dragonets:Caesionidae to Callyonimidae.Zoonetic,Melbourne.Australia. 161 p.

Laevastu T., M.Hayes. 1982. Fisheries oceanography and ecology. Fishing News Book, Ltd. Farnham. Surrey. England. 199 p.

Latuconsina, H. 2014. “Peranan Ekosistem Padang Lamun Perairan Tanjung Tiram–Teluk Ambon Dalam sebagai Habitat Sumber Daya Ikan Potensial”. In Andy Omar et al. (eds,). Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan I, Universitas Hasanuddin Makassar. pp. MSP-07

Latuconsina H. 2016. Ekologi Perairan Tropis; Prinsip Dasar Pengelolaan Sumber Daya Hayati Perairan. UGM Press. Yogyakarta. 282 p.

Latuconsina, H. dan M. A. Al’aidy. 2015. “Inventarisasi Potensi Sumber Daya Ikan Padang Lamun Perairan Pulau Buntal–Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai Dasar Pengelolaan Perikanan Berbasis Eksosistem”. In: Rahardjo M. F. Prosiding Seminar Nasional Ikan ke-8. Masyarakat Iktiologi Indonesia. Jilid 2. pp. 149–159.

Latuconsina H., MN. Nessa., R. Ambo-Rappe. 2012. Komposisi spesies dan struktur komunitas ikan padang lamun perairan Tanjung Tiram-Teluk Ambon Dalam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1): 35-46.

Latuconsina H., R. Ambo-Rappe., Nessa MN. 2013. Asosiasi ikan baronang (Siganus canaliculatus Park, 1797) pada ekosistem padang lamun perairan Teluk Ambon Dalam. In: Simanjuntak CPH (eds.). Prosiding Seminar Nasional Ikan VII. Masyarakat Iktiologi Indonesia. pp. 123-137.

Latuconsina, H., R. Ambo-Rappe. 2013. Variabilitas Harian Komunitas Ikan Padang Lamun Perairan Tanjung Tiram-Teluk Ambon Dalam. Jurnal Iktiologi Indonesia:13(1): 35-53.

Latuconsina,H., MH.Sangadji., L. Sarfan. 2014a. Struktur Komunitas Ikan padang lamun di perairan pantai Wael-Teluk Kotania Kabupaten Seram bagian Barat. Jurnal Agrikan. Vol.6 (edisi Khusus): 24-32.

Latuconsina,H., AR.Lestaluhu., MA. Al’aidi. 2014b. Sebaran Spaiso-Temporal Komunitas Ikan Padang Lamun Perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania,Seram Barat. In AA. Atmadipoera (eds). Prosiding PIT-ISOI X 2013. Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia. Jakarta. pp. 280-295.

Latuconsina H., J. Wasahua., Y.Tangel. 2014c. Komposisi dan Struktur Komunitas Ikan Mangrove Perairan Wael-Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Dalam Ohorella et al. (eds). Prosiding Seminar Nasional Penguatan Pembangunan Berbasis Riset Perguruan Tinggi, Ambon 8 November 2014. pp. 245-256.

Latuconsina, H., M. Sangdji., Naudin. 2015. “Variabilitas Harian Ikan Padang Lamun Terkait Keberadaan Mangrove dan Terumbu Karang di Perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat”. Dalam Atmadipoera et al. (eds.) Prosiding PIT-ISOI XI. pp. 181–196. Jakarta.

Latuconsina,H., T. Tuasikal., I Wali 2018. Struktur Komunitas Ikan Mangrove pulau Tatumbu, Teuk Kotania Seram Barat-Maluku. Prosiding Seminar Nasional Ikan ke-10, Cibinong 8-9 Mei 2018. Masyarakat Iktiologi Indonesia. Jilid.1. pp. 345 – 358.

Munira, Sulistiono, Zairion. 2010. Distribusi spasial ikan beronang (Siganus canaliculatus) di padang lamun Selat Lonthoir, Kepulauan Banda, Maluku. Jurnal Iktiologi Indonesia, 10(1): 25-33.

Nagelkerken I., CM. Roberts., van der Velde G, Dorenbosch M, van Riel MC, Cocheret de la Morinière E, Nienhuis PH. 2002. How important are mangroves and seagrass beds for coral-reef fish? The nursery hypothesis tested on an island scale. Marine Ecology Progress Series, 244: 299–305.

Nakamura Y. 2010. Patterns in fish response to seagrass beds loss at the southern Ryukyu Island. Japan. Marine Biology, 157: 2397-2406.Soegianto, A. 1995. Ekologi Kuantitatif; Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Usaha Nasional. Surabaya.

Suliyanto. 2012. Analisis statistik; pendekatan praktis dengan Microsoft Exel. Penerbit Andi. Yogyakarta. 232 p.

Supriadi.,Y.A.La Nafie., A.I. Burhanuddin. 2004. Inventarisasi Jenis, Kelimpahan dan Biomas Ikan di Padang Lamun Pulau Barranglompo Makassar. Torani, Vol.14 (5):288-295

Odum, E.P. 1983. Basic Ecology. Saunders College Publishing, New York. 612 pp.

Unsworth RFK, Wylie E, Smith DJ, Bell JJ. 2007. Diel trophic structuring of seagrass bed fish assemblages in the Wakatobi Marine National Park, Indonesia. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 72: 81-88.

Unsworth RFK., SL. Garrard SL., PS. de León, LC. Cullen, DJ. Smith, KA. Sloman., JJ. Bell. 2009. Structuring of Indo-Pacific fish assemblages along the mangrove–seagrass continuum. Aquatic Biology, 5: 85–95.


Copyright


© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019. Published and hosting by Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna.

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

About this article

Cite this article as: if using Mendeley click here
Latuconsina, H., Padang, A., & Ena, A.M., 2019. Iktiofauna di padang lamun Pulau Tatumbu Teluk Kotania, Seram Barat–Maluku. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 12(1): 93-104. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.1.93-104

This article can be traced from


Others Article Metrics

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.