Potensi Penggunaan Biomassa Tumbuhan Liar Di Lahan Kering Sebagai Sumber Bahan Organik Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanah

Muliatiningsih Muliatiningsih, Erni Romansyah, Budy Wiryono

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi biomassa berbagai jenis tumbuhan liar sebagai alternatif sumber bahan organik dalam meningkatkan produktivitas tanah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan A: alang-alang (Imperata cylindrica), B : krinyu (Cromolaena odorata), C : kentawong (Blumea mollis), D : pepeti (Pephrosia spinosa), E : kosta (Acacia sp), F : dui (Acacia pernesiana), G : sengon (Blumea sp). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imperata cylindrica masih memiliki C/N ratio > 20 tetapi Cromolaena odorata, Blumea mollis, Pephrosia spinosa, Acacia sp, Acacia pernesiana, dan Blumea sp telah mencapai kadar C/N ratio < 20, C/P ratio < 200, dan N total akhir kompos meningkat dari N total awal sebelum dekomposisi hal ini menunjukkan biomassa tumbuhan liar tersebut berpotensi sebagai sumber bahan organik.

Keywords


Biomassa, Tumbuhan Liar, Lahan Kering, Bahan Organik, Produktivitas Tanah

Full Text:

PDF

References


Cairns, M., Van Noordwijk, M., Mercado, P., Parwi, Handayanto, E., Priyono, S., Hairiah, K. and Garrity, D. P. 1998. Tithonia and other Daisy Fallow Research in South East Asia. DFIDFRP Tithonia Research Planning Meeting at CIAT. Columbia. 2-4 September 1998.

Chan, K. Y., Roberts, W. P., and Heenan, D. P. 1992. Organic Carbon and Associated Soil Properties of a Red Earth After 10 Years of Rotation Under Different Stubble and Tillage Practices. Australian Journal Soil Research.

Hairiah, K., Van Noordwijk, M., Santoso, B. and Sjekhfani. 1992. Biomassa Production and Root Distribution of Eight Trees and Their Non Leaching Incubatioential For Hedgerow Intercropping on an Ultisol in Southern Sumatra. Agrivita 15, 54-68.

Handayanto, E. 1999. Komponen Biologi Tanah Sebagai Bioindikator Kesehatan dan Produktivitas Tanah. Universitas Brawijaya. Malang.

Handayanto, E. 2005. Diversitas Tumbuhan Lokal Sebagai Modal Pertanian Sehat Di Lahan Kering. Seminar Nasional dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah Se-Indonesia dan Siswa Se-NTB. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram, 3-7 Februari 2005.

Saragih, B. 2002. Kebijakan Pemberdayaan Lahan Kering Untuk Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. Seminar Nasional IV Pengembangan Wilayah Lahan Kering dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ilmu Tanah Indonesia, 27-28 Mei 2002. Mataram.

Stevenson, F. T. 1982. Humus Chemistry. Jhon Wiley and Sons, New York.

Yani, A. 2004. Tahana Hara Zn dan Cu Selama Masa Inkubasi Pada Bokashi yang Terbuat Dari Campuran Sekam Kotoran Ayam dan Kotoran Kuda. Skripsi. Universitas Mataram. Mataram




DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.1.105-111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

_________________________________________________
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
ISSN 1979-6072  (print) | 2621-0193 (online)
Organized by Aquaculture Department - Wuna Raha Agricultural Sciences University, and Agricultural Faculty - Muhammadiyah Maluku Utara University
Published by Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha
Website : https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/agrikan
Email : agrikan@gmail.com, agrikan_ummu@yahoo.com

View Agrikan Stats