Kandungan Gizi Bulu Babi (Echinoidea)

Anita Padang, Nurlina Nurlina, Tahir Tuasikal, Rochman Subiyanto

Abstract


Bulu babi (Echinoidea) merupakan kelompok hewan lunak bercangkang, tidak memiliki tulang belakang dan termasuk  dalam filum Echinodermata. Tubuhnya berbentuk seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan duri-duri. Bagian tubuh bulu babi yang biasa dimanfaatkan untuk dimakan adalah gonad atau telurnya. Gonad bulu babi merupakan makanan laut  yang bergizi. Perairan Tanjung Metiella merupakan perairan yang produktif serta kaya akan sumberdaya laut salah satunya bulu babi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan gizi bulu babi di perairan Tanjung Metiella. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu : 1) Koleksi sampel bulu babi di perairan Tanjung Metiella, 2) Uji kandungan gizi di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Ambon. Hasil analisa  diperoleh kandungan gizi bulu babi jenis Diadema setosum yaitu kadar air 77,56%, kadar abu 2,54%, kadar lemak 2,36%, kadar protein 14,57% dan kadar karbohidrat 3,17% sedangkan bulu babi jenis Echinotrix calamaris yaitu kadar air 79,41%, kadar abu 2,42%, kadar lemak 2,68%, kadar protein 14,07% dan kadar karbohidrat 6,14%. Parameter lingkungan yang terukur selama pengambilan sampel yaitu suhu 28-30°C, salinitas 31-32‰, pH 6-7, kecerahan 100% dan kedalaman perairan 1 m.

Keywords


Echinoidea, Sea Urchin, Nutrient, Tanjung Metiella

Full Text:

PDF

References


Afifa, F.H., Supriharyono dan Purnomo, P.W. 2017. Penyebaran Bulu Babi (Sea Urchins) di Perairan Pulau Menjangan Kecil, Kepulauan Karimunjawa Jepara. Journal of Maquares Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017, Halaman 230-238

Afifudin. I.K. 2014. Profil Asam Lemak dan Asam Amino Gonad Bulu Babi. Skripsi Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Afifudin I.K, Suseno S.H, dan Jacoeb A.M. 2014. Profil Asam Lemak dan Asam Amino Gonad Bulu Babi. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 17 (1): 60-70.

Akerina F.O, Nurhayati T, Suwandy R. 2015.

Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Antibakteri dari Bulu Babi. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 18 (1):61-73

Aslan, Derlen, Fatmawati. 1997. Komparative Morfhological AndEcological Studies Of Sympatric Sea Urchin Genus Echinometra in Okinawa Coral Reefs. Tesis Doktor. Tohoku University. Japan.

Aziz, A., 1987. Makanan Dan Cara Makan Berbagai Jenis Bulu Babi. Oceana Majalah Ilmiah Semi Populer.Vol.XII, No. 4.

Aziz, A., 1993. Beberapa Catatan Tentang Perikanan Bulu Babi. Oseana, Volume XVIII, Nomor 2: 65-75

Aziz, A., 1994. Tingkah Laku Bulu Babi Di Padang Lamun Oseana XIX No. 4: 35-43

Aziz, A. dan H. Sugiarto. 1994. Fauna Ekhinodermata Padang Lamun di Pantai Lombok Selatan. Dalam : W. Kiswara, M.K. Moosa dan M. Hutomo (eds.), Struktur Komunitas Biologi Padang Lamun di Pantai Selatan Lombok dan Kondisi Lingkungannya. Puslitbang Oseanologi – LIPI, Jakarta: 52 – 63.

Aziz, A., 1995. Beberapa Catatan Tentang Bulu Babi Meliang. Oseana Vol. XX No. 3,1995. Balai Penelitian Dan pengembangan Bologi, LIPI. Jakarta. Hal 11-19.

Barnes, R. D., 1987. (5 th Edt). Invertebrata Zoology. W. B. Sauders Philadelphia. 632 p.

Byrne M., Sewell, M.A., Prowse, T.A.A. 2008. Nutritional Ecology of Sea Urchin Larvae: Influence of Endogenous and Exogenous Nutrition on Echinopluteal Growth and Phenotypic Plasticity in Tripneustes gratilla. Functional Ecology 22(4):643–648.

Darsono P. 1986. Gonad Bulu Babi. Oseana. 11(4): 151-162.

Firmandana,T.C., Suryanti dan Ruswahyuni. 2014. Kelimpahan Bulu Babi (Sea Urchin) Pada Ekosistem Karang dan Lamun di Perairan Pantai Sundak, Yogyakarta. Diponegoro Journal Of Maquares Management Of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 41-50

Hadinoto,S., Ignacius, D., Sukaryono dan Yessy. S. 2016. Kandungan Gizi Bulu Babi (Diadema setosum) dan Potensi Cangkangnya Sebagai Antibakteri . Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah Tahun 2016 Jilid 1: 260-265. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat

Hammer, H., Hammer B., Watts S, Lawrence A, Lawrence J. 2006. The effect of Dietary Protein and Carbohydrate Concentration on the Biochemical Composition and Gametogenic Condition of the Sea Urchin Lytechinus variegatus. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology 334(1):109-121. doi:10.1016/j. jembe.2006.01.015.

Hasan F. 2002. Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Mutu Produk Fermentasi Gonad Bulu Babi Jenis Tripneustes gratilla (L) [skripsi].Bogor : Departemen Teknologi Hasil Perairan.

Huda, M.A.I., Sudarmadji dan Susantin, F. 2017. Keanekaragaman Jenis Echinoidea di Zona Intertidal Pantai Jeding Taman Nasional Baluran. Jurnal Berkala SAINSTEK 2017, V (2): 61-65

Hyman, L. H. 1955. The Invertebrates : Echinodermata the Coelamata Bilateria. Vol. IV. Mc Graw – Hill Book Company. New York. 763 hal.

Irawan, M.A. 2007. Nutrisi, Energi dan Perfoma Olahraga. Sports Science Brief 1(4):1–12.

Irianto, H.E dan Soesilo I. 2007. Dukungan Teknologi Penyediaan Produk Perikanan. Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia; 2007, Nov 21; Cimanggu, Indonesia. Jakarta: Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. hlm 1-20.

LIPI. 2015. Lokasi Penelitian. UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon. Pusat Penelitian Oseanografi. LIPI.

Lubis,S.A., Arief, A. P Dan Rofiza, Y. 2016. Spesies Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung

Manik,N. 1983. Sekilas Mengenai Landak Laut. Oseana, Volume 20 (3). 37 – 46.

Manik,N. 1987. Sekelumit Tentang Landak Laut (Bulu Babi). Lonawarta. Tahun XI. No 31. Lembaga Oseanologi Nasional – LIPI. Stasion Penelitian Ambon. Hal 31-41.

McAlister, J.S and Moran, A.L. 2012. Relationships among Egg Size, Composition, and Energy: a comparative study of geminate sea urchins. Journal of

Mos, B., Cowden, K.L., dan Dworjanyn, S.A. 2012. Potential for the commercial culture of the tropical sea urchin Tripneustes gratilla in Australia. RIRDC

publication No. 12/052 RIRDC project No. PRJ-006543.Pone 7(7):1-9.

Mukayat.D., 1990. Zoology Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta. 349 Hal.

Nasrullah, R., Widya, S., Siska, M. 2018. Tingkat Kematangan Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Pantai Ahmad Rhangmayang Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah Volume 3, Nomor 1: 23-32 Februari 2018 ISSN. 2527-6395

Nontji, A. 1978. Variasi Musiman Beberapa Faktor Ekologi di Perairan Teluk Jakarta. Oseanologi di Indonesia. 11: 27-36.

Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta :Penerbit Djambatan. Jakarta. Hal. 201 - 209.

Noviana, N.P.E., Pande, G. S. J., Dewa. A.A. 2019. Distribusi dan Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Pasir Putih, Desa Sumberkima, Buleleng, Bali. Current Trends in Aquatic Science II (1), 22-29

Nurlina. 2015. Inventarisasi Jenis-Jenis Bulu Babi di Perairan Tanjung Metiella. Laporan Praktek Kerja Lapangan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Darussalam Ambon.

Purwaningsih S. 2012. Aktivitas Antioksidan dan Komposisi Kimia Keong Mata Merah (Cerithidea obtusa). Jurnal Ilmu Kelautan 17(1): 39–38.

Radjab, A.W. 2001. Reproduksi dan Siklus Bulu Babi (Echinoidea) Oseana, Volume XXVI, Nomor 3, 2001 : 25 -36

Radjab, A.W., Khouw, A.S., Mosse, J.W., Uneputty, P.A. 2010. Pengaruh Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Reproduksi Bulu Babi (Tripneustes gratilla L) di Laboratorium.

Sumitro, S. B., U. Wijarni, A. Pramana, A. Soewondo, dan S. Samino. 1992. Inventarisasi Jenis, Habitat dan Tingkah Laku Hewan Bulu Babi (Sea Urchin) di Jawa Timur serta Usaha Pemijahan dan Pengembangan Teknik Kultur Embrio. Jurnal Universitas Brawijaya Volume 4 No. 2 Agustus 1992.

Suryanti dan Ruswahyuni. 2014. Perbedaan Kelimpahan Bulu Babi (Echinoidea) Pada Ekosistem Karang dan Lamun di Pancuran Belakang, Karimunjawa Jepara Jurnal Saintek Perikanan Vol. 10 No.1 : 62-67, Agustus 2014.

Suwignyo S., Bambang, W., Yusli, W dan Majariana, K. 2005. Avertebrata Air Jilid 2. Penebar Swadaya Jakarta

Toha, A.H.A. 2006. Manfaat Bulu Babi (Echinoidea), Dari Sumber Pangan Sampai Organisme Hias(Function Of Sea Urchin (Echinoidea), from Food to Decoration Animal). Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, Juni 2006, Jilid 13, Nomor 1: 77-82

Tupan,J dan Silaban,B. 2017. Karakteristik Fisik-Kimia Bulu Babi Diadema setosum

Dari Beberapa Perairan Pulau Ambon Jurnal Triton Volume 13, Nomor 2, Oktober 2017, Hal. 71 – 78

Vaitilingon, D. R. Rasolofonirina and M. Jangoux. 2005. Reproductive Cycle of Edible Echinoderms from the Southwestern Indian Ocean. Western Indian Ocean J. Mar. Sci. 4(1): 47-60

Walker CW, Unuma T, Lessera MP. 2007. Edible sea urchin: Biology and ecology. Florida, USA: Elsevier

Yudasmara,G.A.2013. Keanekaragaman Dan Dominansi Komunitas Bulu Babi (Echinoidea) Di Perairan Pulau Menjangan Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Jurnal Sains dan Teknologi. Vol 2, No 2 Oktober 2013 Hal 213-220

Zlatanos S, Laskaridis K, Sagredos A. 2009. Determination of proximate Composition, Fatty Acid Content and Amino Acid Profile of Five Lesser-Common Sea Organisms From the Mediterranean Sea. International Journal of Food Science and Technology 44(8):1590-1594.doi:10.1111/j.1365-2621.2008.01870 .




DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.2.220-227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

_________________________________________________
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
ISSN 1979-6072  (print) | 2621-0193 (online)
Organized by Aquaculture Department - Wuna Raha Agricultural Sciences University, and Agricultural Faculty - Muhammadiyah Maluku Utara University
Published by Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha
Website : https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/agrikan
Email : agrikan@gmail.com, agrikan_ummu@yahoo.com

View Agrikan Stats