Research article
Analisis Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani

Under a Creative Commons license
Open Access

Abstract

Program PUAP adalah program terobosan Kementrian Pertanian dalam bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petan ianggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan. Tujuan penelitian untuk menentukan besarnya pendapatan petani setelah mengikuti Program PUAP. Daerah Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah Petani Anggota GAPOKTAN penerima pinjaman BLM-PUAP. Jumlah populasi adalah 169 orang dan sampel diambil 20% dari jumlah populasi sebanyak 34 orang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed method) yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif sedangkan teknik sampling porporsie melalui penyebaran kuesioner kepada kelompok penerima dana PUAP. Pengolahan data dengan statistic distribusi frekuensi, teknik penyajian data dengan table dan grafik. HasilPendapatan yang diperoleh petani setelahikut Program PUAP rata-rata diatas Rp500.000-Rp3.000.000,-/bulan disbanding sebelum ikut Program PUAP.

Keywords

Program PUAP
Kesejahteraan
Pendapatan

Funding Information

UNiv. Muhammadiyah Pare-Pare

Declarations

License and permission

Creative Commons LicenseThis article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna on behalf of Sangia Publishing remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Ethical approval acknowledgements

No ethical approval required for this article.

Competing interest

No conflict of interest has been declared by the authors.

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

References (1)

Kementrian Pertanian. (2015). Pedoman Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Jakarta.

Noeng Mahajir, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Sari Komala Dian, dkk, 2014. Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Jagung di kecamatan natar Kab. Lampung Selatan. JIIA, VOLUME2, No.1 JANUARI 2014.

Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung (ID): Penerbit Alfabeta

Syahyuti, 2007. Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) sebagai kelembagaan Ekonomi di Perdesaan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian (Maret).

Bibliographic Information

Verify authenticity via CrossMark

Cite this article as:

Nasriah, N., Nuddin, A., & Irmayani, I., 2019. Analisis Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 12(2): 340-343. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.2.340-343
  • Submitted
    9 September 2019
  • Revised
    5 November 2020
  • Accepted
    Not available
  • Published
    12 December 2019
  • Issue date
    7 October 2019
  • Discipline(s)
    Pertanian

Subject

Nasriah  Nasriah

NasriahNasriah, Univ. Muhammadiyah Pare-Pare Kampus II: Jl. Jend. Ahmad Yani KM 6, Kel. Lapadde Kec. Ujung Kota Parepare, Indonesia. nasriah@gmail.com

Andi  Nuddin

AndiNuddin, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, Indonesia. andinuddin@gmail.com

Irmayani  Irmayani

IrmayaniIrmayani, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, Indonesia. Irmayani@gmail.com

View full text

Disclaimer: All claims expressed in this article are solely those of the authors and do not necessarily represent those of their affiliated organizations, or those of the publisher, the editors and the reviewers. Any product that may be evaluated in this article or claim that may be made by its manufacturer is not guaranteed or endorsed by the publisher.