Stipwunaraha Media & Publishing Group
Volume 12, Issue 2, October 2019, Pages 258-265 | Cite as
  • Open Access
  • Peer-reviewed Article

Analisis Pertumbuhan Diameter Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) Hasil Penanaman KBR di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara

1
Universitas Nuku, Indonesia.
Corresponding Author
https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.2.258-265
Open Access
  • 37 views
  • 11 download

Abstract

Kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR)  merupakan sebuah gerakan moral yang bertujuan untuk memperbaiki laju kerusakan hutan dan untuk mengurangi lahan kritis yang ada di negara Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Halmahera Barat pada khususnya. Penanaman pohon yang dilakukan di Kabupeten Halmahera Barat, tersebar kedalam sembilan kecamatan, sehingga tingkat pertumbuhan tanaman diduga terdapat perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain atau dari satu lokasi dengan lokasi yang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui  MAI dari tempat pengukuran yang berbeda, menguji MAI dari masing – masing tempat yang berbeda, menguji MAI pada tahun tanam yang berbeda, menganalisa pertumbuhan optimum tanaman Jabon dari tempat pengukuran yang berbeda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode Individual dengan sistim random, karena lokasi KBR terletak tidak mengelompok dalam satu luasan hektar, akan tetapi tersebarnya lokasi penanaman  sesuai dengan lokasi atau lahan yang dimiliki oleh masarakat (kelompok tani). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan yang terdiri dari 9 desa yaitu : desa Porniti, Bobanehena, Hoku-hoku Kie, Tacim, Balisoan, Ngaon, Ake Jailolo, Akelamo Kao dan Bobaneigo. Masing-masing perlakuan diambil ulangan sebanyak 50 sampel tanaman jabon. Data yang diperoleh dari pengukuran di lapangan dianalisis dengan menggunakan analisis varians bentuk Rancangan Acak Lengkap, selanjutnya dilakukan uji LSD dan uji Kontras. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Riap tahunan rata-rata diameter setinggi dada diperoleh hasil sebagai berikut (dalam cm/tahun) : lokasi desa Hoku-Hoku Kie = 7,31cm, desa Ngaon = 6,57cm, desa Bobaneigo = 5,52cm, desa Balisoan = 5,99cm, desa Bobanehena = 4,72cm, desa Akelamo Kao = 5,08cm desa Ake Jailolo= 4,32cm, desa Porniti = 4,89cm, desa Tacim = 4,54cm. Hasil analisis varians dengan tingkat kepercayaan 5 % maka terdapat perbedaan MAI diameter pada Sembilan lokasi. Hasil uji kontras pada taraf uji 5 % menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara MAI diameter pada tahun tanam, dan terdapat satu lokasi satu lokasi  MAI diameter yang terbaik yaitu  desa Hoku-Hoku Kie dengan umur tanam 2 tahun dimana, faktor eksternal pada lokasi tersebut sangat mendukung untuk perkembangan tanaman jabon seperti dekat sumber air, mendapat cahaya matahari yang cukup dan kondosi tanah yang gembur dan keadaan suhu yang stabil

Keywords

Pertumbuhan jabon Diameter KBR
These keywords were added by the authors and not by machine. This process is static and keywords cannot be updated except using algorithms or other reasons.

Full Text:

Download PDF (1MB) to read the full article text
Note: Downloadable document is available in INA

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

Declarations

Competing interests

The authors declare that they have no competing interests.

Funding Information

Univ. Nuku

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Open Access

This article is distributed under the terms of the Creative Commons International License URL (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

References

Arif Arifin, 2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisius Yogyakarta.

Awang, San Afri, 2001. Gurat Hutan Rakyat di Kapur Selatan. Debut Pres. Yogyakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 2008. Profil Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Balit banghut, Departemen Kehutanan, Bogor.

Daniel, Theodore W, John A.Helms, Frederick S.Baker, 1992. Prinsip-Prinsip Silvikultur. Gadjah Mada University Press.

Dadan Mulyana, Ceng Asmarahman, Bertanam Jabon, PT. Agro Media Pustaka. Jakarta

Fandeli, Chafid, 1987. Ilmu Silvikultur Umum. Kerjasama Fakultas Kehutanan UGM dengan Proyek Pendidikan Latihan dan Pengendalian tenaga kerja Pengusahaan Hutan Departemen Kehutanan.

Hutanto, Tatang Herlambang, 2003. Studi Pertumbuhan Tanaman Jabon Pada umur 1 sampai 20 Tahun.

Irdika Mansur, Faisal Danu Tuheteru, 2010.Kayu Jabon. Penebar swadaya wisma hijau. Bogor.

Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati dan Fisik Vol.15, 2013. Model Pertumbuhan Diameter Tanaman Jabon

Krisnawati, H., Kallio, M. dan Kanninen, M. 2011 Anthocephalus cadamba Miq.: ekologi, silvikultur dan produktivitas.CIFOR, Bogor, Indonesia.

Master Sianipar,2011. Pengukuran Pohon Diktat pengawas tenaga teknis pengelolaan hutan produksi(was-ganis)pengawas hutan produksi. Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XVI Ambon

Radite, Joko Suharno, dan Sugeng Wahyudiono, 2000. Diktat Inventarisasi Hutan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper. Yogyakarta.

Supratman, Syamsu Alam, 2009. Manajamen Hutan. Laboratorium kebijakan dan kewirausahaan kehutanan Fakultas Kehutanan-Universitas Hasauddin.

Sambas, 1979. Phisiologi Pohon. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Simon, Hasanu, 1993. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta.

Suharlan Alan, dan Jon Soedino, 1973. Ilmu Ukur Kayu. Bagian Pendidikan Sekretariat Direktorat Jendral Kehutanan. Jakarta.

Tri Pamungkas Yudohartono, 2013. Karakteristrik dari provenan sumbawa pada tingkat semai dan setelah penanaman, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBTH) Yogyakarta


Copyright

© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2019. Hosting by Stipwunaraha Research Media.

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. The Creative Commons Public Domain Dedication waiver (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) applies to the data made available in this article, unless otherwise stated.

About this article

Verify currency and authenticity via CrossMark
Cite this article as: if using Mendeley click here
Niapele, S., 2019. Analisis Pertumbuhan Diameter Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) Hasil Penanaman KBR di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 12(2): 258-265. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.2.258-265
  • Revised

    Not available

  • Accepted

    Not available

  • Published

    31 October 2019

  • DOI

    https://doi.org/10.29239/j.agrikan.12.2.258-265

  • Publisher Name

    Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

  • Print ISSN

    1979-6072

  • Online ISSN

    2621-0193

Subject

  • Pertumbuhan jabon
  • Diameter
  • KBR
  • These keywords were added by the authors and not by machine. This process is static and keywords cannot be updated except using algorithms or other reasons.

This article can be traced from

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments

By submitting a comment you agree to abide by our Terms and Community Guidelines. If you find something abusive or that does not comply with our terms or guidelines please flag it as inappropriate.