Agrikan
Volume 9, Issue 2, October 2016, Pages 41-56 | Cite as
  • Peer-reviewed Article

Peran pinjaman modal mikro perbankan dan modal relasional (ralationship capital) terhadap modal usaha tani pada tingkat rumah tangga tani Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke

1
Univiersitas Musamus Merauke, Indonesia.
2
Univiersitas Musamus Merauke, Indonesia.

Corresponding Author
  • 189 views
  • 23 download
 

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan pada Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke, Penelitian ini menggunakan kuantitatif kausal dengan subyek penelititan yaitu rumah tangga tani distrik tanah miring kabuputen merauke yaitu dengan menggunakan alat analisis Jalur (model analisis Path). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran modal sosial (sosial capital) berpengaruh peningkatan hasil pertanian pada tingkat rumah tangga tani wilayah tanah miring kabupaten Merauke serta menganalisis peran modal sektor pembiayaan mikro perbankan berpengaruh peningkatan hasil pertanian pada tingkat rumah tangga tani wilayah tanah miring kabupaten Merauke dan menganalisis peran modal sosial pada pengambilan keputusan penambahan modal usaha tani di tingkat rumah tangga pada sektor pembiayaan mikro perbankan. Hasil penelitian maka didapat Modal Sosial terhadap Hasil Usaha Tani dimana memiliki nilai kofesien jalur sama dengan kofesien kolerasi sebesar yaitu  0,603 dimana mendekati nilai 1 sehingga untuk modal sosial memiliki hubungan cukup kuat terhadap hasil usaha tani. Untuk tingkat signifikannya pada jalur tersebut yaitu pada kofesien t sebesar 7,442 dan pada kofesien t tabel pada α=0,05 sebesar 1.661052, sehingga pada t hitung lebih besar dari t tabel (7,442 > 1,661052) maka kofesien jalur dinyatakan sangat signifikan. Hal ini juga ditunjukkan dari nilai P-velue lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) maka dinyatakan bahwa kofesien jalur pada Modal Sosial terhadap Hasil Usaha Tani adalah signifikan. Pengaruh Total pada Modal Sosial, Modal Perbankan dan Hasil Usaha Tani adalah jumlah pengaruh lansung pada Modal Sosial terhadap Hasil Usaha Tani yaitu penjumlahan pengaruh langsung Modal Sosial terhadap Hasil Usahatani dengan Pengaruh tidak langsung terhadap Modal Sosial terhadap Hasil Usaha Tani melalui Modal Perbankkan yaitu sebesar 1,13 (0,603 + 0,527).

Keywords

Path Analisis, Modal Mikro Perbankkan, Modal Sosial Dan Hasil Usaha Tani
These keywords were added by the authors and not by machine. This process is static and keywords cannot be updated except using algorithms or other reasons.

Full Text:

Download PDF (Bahasa Indonesia) (783KB) to read the full article text
Note: Downloadable document is available in en

Declarations

Competing interests

The authors declare that they have no competing interests.

Publisher's Note

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Open Access

This article is distributed under the terms of the Creative Commons International License URL (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

Supplementary files

Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.

References

Algifari, (2000), Analisis Regresi Edisi dua, BPFE, Yogyakarta. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 10 No. 2, Juni 2012 : 103-117

Anonim. 2006. Pemetaan Komoditas Pertanian Unggulan Jawa Barat serta Potensi Pem¬biayaan Perbankan Syariah untuk Pengem¬bangannya. Kerjasama Kantor Bank Indo¬nesia Bandung dengan Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Anthony, E. 2010. Agricultural Credit and Economy Growth in Nigeria: An Empirical Analysis. Business and Economics Journal, Volume 2010: BEJ-14. Pp: 1-7.

Arifin, B. 2009. Bank Pertanian untuk Menjawab Pembiayaan Usaha Pertanian. Makalah dalam Seminar Menuju Pendirian Bank Pertanian. Bogor, 11 Mei 2009: IPB dan Departemen Pertanian.

Ashari dan S. Friyatno. 2006. Perspektif Pendirian Bank Pertanian di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 24 (2): 107-122.

Ashari dan S. Friyatno. 2006. Perspektif Pendirian Bank Pertanian di Indonesia. Forum Agro Ekonomi, 24 (2): 107-155. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Ashari, 2006, ‘Potensi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam Pembangunan Ekonomi Pedesaan dan Kebijakan Pengembangannya, Analisis Kebijakan Pertanian, 4(2): 146-164.

Ashari. 2009. Optimalisasi Kebijakan Kredit Program Sektor Pertanian di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian (AKP), 7(1): 21-42. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Aviliani. 2009. Kebijakan Perbankan dalam Sektor Agribisnis. Makalah disampaikan pada Round Table Discussion: Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Departemen Agribisnis, FEM-IPB. Jakarta, 16 April 2009.

Azwar, Saifuddin. (2006), Reliabilitas dan Validitas, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.

Riyanto, Bambang. (1998), Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Empat, BPFE, Yogyakarta.

Bank Indonesia. 2006. Laporan Perekonomian Indonesia 2006. Bank Indonesia, Jakarta.

Departemen Pertanian. 2007. Revitalisasi Pertanian (Agriculture Revitalization). Departemen Pertanian. Jakarta.

Hadi, P.U., C. Shaleh, Al S. Bagyo, R. Hendayana, Y. Marisa, dan I. Sadikin. 2000. Studi Kebu¬tuhan Asuransi Pertanian pada Pertanian Rakyat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Indiastuti, R. 2005. Arti Tahun Keuangan Mikro bagi Indonesia. http://www.pikiran-rakyat.com/ cetak/2005/0305/08/0608.htm [12/07/06]

Iskandar, A. 2011. Obligasi Rekapitalisasi Perbankan: Orang Miskin Membiayai Orang Kaya. Jakarta:

Dian Rakyat. John Mageto Maroko, et al, The Transition from Micro-Financing into Formal Banking among The Micro Finance Institutions in Kenya, African Journal of Bussiness & Management (AJBUMA), Volume 1 (2010).

Kasmir, 2002, Dasar-dasar Perbankan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Krisnamurthi, B. Peta Pembiayaan Pertanian. Makalah disampaikan pada Round Table Discussion: Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Kerjasama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Departemen Agribisnis, FEM-IPB. Jakarta, 16 April 2009.

Mayrowani, H., M. Syukur, Sunarsih, Y. Marisa, dan M. F. Sutopo. 2000. Peningkatan Peranan Kredit dalam Menunjang Agribisnis Pedesaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Nasution, 2003, Metode Research (Penelitian Ilmiah), Jakarta: Bumi Aksara.

Nurmanaf, R., E.L. Hastuti, Ashari, S. Friyatno, dan B. Wiryono. 2006. Analisis Sistem Pembiayaan Mikro dalam Mendukung Usaha Pertanian di Pedesaan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Pakpahan, A. 2009. Transformasi Pertanian, Mengapa Memerlukan Bank Pertanian. Makalah dalam Seminar Menuju Pendirian Bank Pertanian. Bogor, 11 Mei 2009: IPB dan Departemen Pertanian.

Pasaribu, S.M., B. Sayaka, W.K. Sejati, A. Setyanto, J. Hestina, dan J. Situmorang. 2007. Analisis Kebijakan Pembiayaan Sektor Pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Prastowo, N. J., A. Prasmuko, and T. Chawwa. 2010. Sumber Pembiayaan Ekonomi di Indonesia: Pendekatan Survei. Working Paper. Bank Indonesia.

Ratnawati, A. 2009. Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Makalah disampaikan pada Round Table Discussion: Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Kerjasama Kemen

Saragih, B. dan T. Sipayung. 2007. Prospek Agribisnis dan Peluang Perbankan. Makalah dalam Ceramah Ekonomi Prospek Agribisnis Indonesia dan Peluang Perbankan. Jakarta, 22 Februari 2007: Bank BNI.

Soehardi Sigit, 1999, Pengantar Metodologi Penelitian Sosial-Bisnis-Manajemen, Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Sugiono, (2005), Statistik Untuk Penelitian, CV. Alfa Beta, Bandung.

Sugiyono, 1999, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.

Suharyanto, K. 2010. Kemiskinan di Sektor Pertanian. Makalah dalam Round Table Discussion Peringatan 30 Tahun Yayasan Agro Ekonomika. Jakarta, 7 Mei 2011: Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Yayasan Agro Ekonomika, dan Kantor Berita Antara.

Sumarni, Murti dan Salamah Wahyuni, (2005), Metodologi Penelitian Bisnis, Andi, Yogyakarta.

Supadi dan Sumedi. 2004. Tinjauan Umum Kebijakan Kredit Pertanian. Working Paper, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Januari: Kementerian Pertanian.

Suyatno, Tomas. Dkk. (2003), Dasar-Dasar Perkreditan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Syukur, M. 2009. Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Makalah disampaikan pada Round Table Discussion: Mencari Alternatif Pembiayaan Pertanian. Kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Departemen Agribisnis, FEM-IPB. Jakarta, 16 April 2009.

Vetrivel dan Chandra Kumarmangalam, 2010. Role of Microfinance Institutions in Rural Development, International Journal of Information Technology and Knowledge Management, 2(2): 435-441.

Zulkifli. 2009. Pasar Kredit Sektor Pertanian di Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi. 9 (3): 193-199.


Copyright

© Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 2016. Hosting by Stipwunaraha Research Media & Publishing.

Creative Commons LicenseThis article is distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made. The Creative Commons Public Domain Dedication waiver (http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/) applies to the data made available in this article, unless otherwise stated.

About this article

Verify currency and authenticity via CrossMark
Cite this article as: if using Mendeley click here
Simatupang, D.O., & Widijastuti, R., 2016. Peran pinjaman modal mikro perbankan dan modal relasional (ralationship capital) terhadap modal usaha tani pada tingkat rumah tangga tani Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 9(2): 41-56. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.9.2.41-56
  • Manuscript submitted

    1 November 2017

  • Accepted

    Not available

  • Published

    19 October 2016

  • Sub-Discipline(s)

    Pertanian

Subject

  • Path Analisis, Modal Mikro Perbankkan, Modal Sosial Dan Hasil Usaha Tani

This article can be traced from

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments

By submitting a comment you agree to abide by our Terms and Community Guidelines. If you find something abusive or that does not comply with our terms or guidelines please flag it as inappropriate.