Volume 3, Issue 0, September 2016, Pages 149-159
Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
  • Full Length Article

Kepadatan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 kaitannya dengan parameter lingkungan di Kabupaten Muna

1
Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Program Studi Budidaya Perairan, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha, Jl. Letjend Gatot Subroto Km.7 Lasalepa, Raha, Sulawesi Tenggara 93645, Indonesia.
2
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245, Indonesia.
3
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245, Indonesia.
  • Open Access
Abstract
Penelitian bertujuan menganalisis kepadatan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 kaitannya dengan parameter lingkungan meliputi kandungan bahan organik dan komposisi sedimen di Kabupaten Muna. Penelitian dilaksanakan di pulau Tobea dan pesisir Lambiku. Pengambilan sampel dimulai bulan Maret sampai Mei 2011 dengan interval waktu koleksi contoh sebulan sekali selama tiga bulan. Koleksi kerang lumpur contoh menggunakan metode plot trasek (Line Transect Plot) yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Plot pengamatan dibagi atas tiga kategori, yakni Plot I mewakili daerah dekat pantai, Plot II mewakili daerah peralihan dan Plot III mewakili daerah jauh dari pantai dengan interval 50 m masing-masing plot. Analisis data kepadatan menggunakan formula Krebs, hubungan kepadatan dan parameter lingkungan menggunakan analisis korelasi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan individu kerang lumpur di pulau Tobea berbeda dengan kepadatan individu kerang lumpur di pesisir Lambiku. Kepadatan kerang lumpur di pulau Tobea lebih tinggi, yakni rata-rata sebesar 33 ind m-2 atau 29-40 ind m-2. Sementara kepadatan kerang lumpur di pesisir Lambiku lebih rendah yakni sebesar 10 ind m-2 atau 8-11 ind m-2. Kepadatan individu kerang lumpur antara daerah jauh dari pantai dengan daerah yang dekat pantai relatif berbeda. Sementara komposisi sedimen dan kandungan bahan organik di pulau Tobea dan pesisir Lambiku relatif sama. Konsentrasi fosfat dan sulfur di pulau Tobea masing-masing sebesar 13,90 ppm dan 15,76 ppm. Konsentrasi fosfat dan sulfur di pesisir Lambiku masing-masing sebesar 14,55 ppm dan 17,01 ppm. Daerah yang jauh dari pantai menunjukkan kandungan bahan organik sulfur dan fosfat yang tinggi dengan kepadatan kerang lumpur tinggi.
Keywords

kepadatan; kerang lumpur; Anodontia edentula; bahan organik; komposisi sedimen

           
Supplementary File(s)
Data sharing not applicable to this article as no datasets were generated or analysed during the current study, and/or contains supplementary material, which is available to authorized users.
Declarations

Competing interests

The authors declare that they have no competing interests.

Sponsor(s) or Funding

Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Publisher's Note

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin remains neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations.

Open Access

This article is distributed under the terms of the Creative Commons International License URL (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.
References
  1. Allen, 1958. On the basic form and adaptation to habitat in the Lucinadae (Eulamellibranchia). Dalam: University of Durham: Department of Zoology, King's College, pp. 421-484.

    Carpenter, K. & V.H. Niem, 1998. Species Identification Guide for Fishery Purpose. The Living Marine Resources of The Western Central Pacific. Rome: Food and Agriculture Organization of The United Nations.

    Cosel, R. v., 2006. Taxonomy of Tropical West African Bivalves; Remarks on Lucinidae (Molluscs, Bivalvia) with decription of six genera and eight new species. Zoosystema, 28(4), pp. 805-851.

    Latale, S., 2003. Studi Pendahuluan Eksplorasi Sumberdaya Anodontia edentula Pada Perairan Pantai Desa Passo Teluk Ambon Bagian Dalam. [Skripsi] Fakultas Perikanan, Universitas Pattimura. Ambon.

    Lebata, M. J. H. L., 2000. Element Sulfur in The Gills of The Mangrove Mud Clam Anodontia edentula (Family Lucinidae). Wetland Ecology and Management, 19(1), pp. 241-245.

    Lebata, M. J. H. L., 2001. Oxygen, Sulfhide and Nutrient Uptake of The Mangrove Mud Clam Anodontia edentula (Family; Lucinidae). Marine Polution Bulletin, 42(11), pp. 1133-1138.

    Lebata, M. J. H. L. & Primavera, J., 2001. Gill Structure, Anatomy and Habitat of Anodontia edentula; Evidence of Endosymbiosis. New York: Journal of Shellfish Research.

    Morton, B., 1983. The Moluscs. Dalam: Ecology Mangrove Bivalvia. Orlando: Academic Press, Inc., pp. 77-130.

    Natan, Y., 2008. Studi Ekologi dan Reproduksi Populasi Kerang Lumpur Anodontia edentula Pada Ekosistem Mangrove Teluk Ambon Bagian Dalam. [Disertasi] Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

    Rakhfid, A. & Rochmady, 2014. Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove di Kabupaten Muna (Studi Kasus Desa Wabintingi Kecamatan Lohia dan Desa Labone Kecamatan Lasalepa). Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 6(2), pp. 82-104. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.6.2.82-104.

    Rochmady, 2011. Aspek Bioekologi Kerang Lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 (BIVALVIA: LUCINIDAE) di Perairan Pesisir Kabupaten Muna. [Tesis] Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin. Makassar.

    Rochmady, Omar, S. B. A. & Tandipayuk, L. S., 2011. Analisis Perbandingan Pertumbuhan Populasi Kerang Lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di Perairan Kepulauan Tobea dan Pesisir Lambiku, Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 4(2), pp. 15-21. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.4.2.15-21.

    Rochmady, Omar, S. B. A. & Tandipayuk, L. S., 2012. Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Matang Gonad Kerang Lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 Di Pulau Tobea Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, Oktober, 5(2), pp. 25-32. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.5.2.25-32.

    Rochmady, Omar, S. B. A. & Tandipayuk, L. S., 2013. Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Matang Gonad Kerang Lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) Di Pesisir Lambiku, Kacamatan Napabalano Kabupaten Muna. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 6(1), pp. 1-9. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.6.1.1-9

    Sjafaraenan, 2011. Pengaruh Konsumsi Daging Kerang Semele sp Terhadap Kadar Estradiol Pada Wanita Perimenopause. [Disertasi] Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

    Taylor, J. D. & Glover, E. E., 2006. Lucinidae (Bivalvia) - The most Divers Group of Chemosymbiotic molluscs. Bivalvia - a look at the Branches, 148(-), pp. 421-438.

    Taylor, J. & E.A. Glover, 2000. Functional Anatomy, Chemosymbiosis and Evolution of The Lucinidae. Special Publications penyunt. London: Geological Society.

Notes & Bibliometrics

Cite this article as:

Rochmady, R., Omar, S.B., & Tandipayuk, L.S, 2016. Kepadatan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 kaitannya dengan parameter lingkungan di Kabupaten Muna. Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan 3(0): 149-159. https://doi.org/10.29239/snkp.3.149-159

Publisher Name

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin